POSTED: 03 Mei 2016

Seorang pengusaha khususnya usaha kecil menengah harus melakukan Analisa Perhitungan Keuangan. Meskipun skala usahanya masih relatif kecil, sebuah usaha yang melibatkan orang, produk yang dihasilkan dan juga lingkungan sekitar harus bisa menganalisa keuangannya. Perhitungan keuangan yang paling dasar yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha kecil dan menengah adalah Laporan Keuangan Sederhana. Laporan Keuangan Sederhana berisi laporan uang masuk dan uang keluar atau istilah akuntansinya laporan debet & kredit.

Usaha Kecil Menengah (UKM) tidak sedikit yang tutup bukan karena tidak adanya pembukuan. Dalam benak mereka kadang bertanya “Kenapa kok sekarang modal saya habis?” , “Pelanggan makin banyak tapi kok ini untung apa rugi yah?”. Kendala – kendala yang terjadi seperti di atas terjadi karena kurangnya informasi oleh masing - masing UKM terhadap kondisi keuangan mereka sendiri. Mereka sangat awam terhadap laporan keuangan. 

Untuk usaha yang baru jalan, apalagi yang namanya usaha rintisan, segala sesuatunya di awal pasti dilakukan secara mandiri dari mulai produksi, pembukuan, marketing, dan lain-lain. Dalam proses pembukuan itulah kita memerlukan Akuntansi, fungsi sederhana dari akuntansi itu sendiri juga agar kita bisa melihat, Apakah bisnis kita menguntungkan atau justru malah sebaliknya?. 

Jika laporan keuangan kita bagus, kita pun akan lebih percaya diri untuk mengajukan pendanaan kepada investor atau bank (Bankable). Poin - poin yang harus di pegang teguh oleh para pengusaha UKM, bahkan bukan hanya UKM tetapi Perusahaan besar juga. Namun sebaliknya apabila laporan keuangan kita jelek kita harus waspada dan mencari akar penyebab masalah. Coba atasi masalah yang terjadi dan hindari hal – hal yang membuat suasana menjadi makin carut marut, buat  kondisi keuangan usaha tersebut kembali normal. 

Hal pertama yang harus dilakukan dalam mengatur keuangan adalah : keuangan usaha harus terpisah dari keuangan pribadi. Pastikan objektivitas pencatatan transaksi harus berdasar bukti. Contoh : pastikan ada bukti kwitansi, tagihan dari pemasok, bukti pembayaran dan lain-lain. Kegiatan yang dicatat diukur dengan besaran uang.

Definisi Laporan Keuangan Sederhana

Banyak hal yang lebih luas lagi yang bisa kita dapatkan dari laporan keuangan, namun dalam konteks UKM kita sederhana kan saja biar tidak terlalu rumit. Dalam akuntansi UKM, laporan keuangan yang dibutuhkan hanya terdiri dari 3 (tiga) Laporan diantaranya Laporan Neraca, Laba Rugi, dan Arus Kas. 

  1. Neraca, berisikan nilai Aset, Kewajiban dan Modal suatu usaha dalam suatu periode akuntansi. 
  2. Laba Rugi, berisikan tentang aktivitas perusahaan berupa Penjualan, Harga Pokok Penjualan dan Biaya -biaya yang terjadi. 
  3. Laporan arus kas, berisi informasi mengenai kas masuk dan keluar dalam periode akuntansi yang berjalan.

Untuk masing – masing jenis laporan tersebut yang pertama harus kita cermati adalah membuat Neraca, laporan ini memiliki gambaran berapa besar Aset yang di miliki oleh suatau usaha. Dari Seluruh total aset yang di miliki berapa persen yang merupakan Modal sendiri dan berapa persen yang berasal dari Hutang pihak ketiga.

Laporan Laba Rugi merupakan laporan total penjualan yang terjadi dalam periode tertentu dibandingkan dengan biaya yang muncul untuk membuat produk tersebut berupa harga pokok dan biaya – biaya overhead yang lain. Berapa Profit atau laba kotor dan laba bersih setiap penjualan.

Laporan Arus Kas merukan laporan yang menjelaskan jumlah besaran uang yang masuk dan juga uang yang keluar dari kegiatan usaha tersebut dalam satu periode waktu. Sehingga setiap saat kita tahu berapa sisa modal usaha yang kita miliki dan juga produk yang tersimpan berupa bahan dan produk.

5

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.