POSTED: 05 Desember 2017
Dalam dunia bisnis baik dalam skala kecil menengah maupun besar tidak lepas dari yang namanya modal. Modal apa untuk mulai usaha? Modal bagaimana untuk mulai usaha kecil?  Pada kenyataannya dua pertanyaan itulah yang selalu muncul untuk memulai usaha. Bahkan “modal apa dan bagaimana” sering menjadi penghambat atau momok dalam memulai usaha kecil terutama bagi mereka yang baru mengenal dunia bisnis.
 
Seringkali kita terhambat untuk memulai usaha dengan alasan “uang”. Baik usaha kecil, menengah apalagi yang besar selalu dikaitkan dengan uang.
 
Uang pada umumnya dijadikan sesuatu yang berharga karena sulit untuk mendapatkan dan mudah untuk mengeluarkan. Sehingga kehilangan uang adalah sebuah momok yang menakutkan.
 
Seseorang yang akan berbisnis jika mempunyai image bahwa uang adalah utama dan segalanya maka akan sulit bisa mewujudkan bisnis yang sehat dan akan sulit berkembang karena menjadikan uang sebagai modal utama. Hati-hati dengan pola pikir bahwa “Biarlah uang bekerja untuk anda” berarti kita harus mempunyai uang dulu baru uang itu bekerja untuk si empunya uang. Persoalannya adalah, uang tersebut kerjanya seperti apa, hasilnya bagaimana dan seberapa. Kalau tidak berhasil bagaimana? sesuatu yang indah tapi menakutkan.
 
Dalam bisnis modal bukan berarti uang semata-mata, karena uang itu bagian kecil dari modal. Pada umumnya orang-orang memahami sebuah usaha perlu modal, dan modal itu uang. Kenyataannya banyak orang punya uang tapi tidak bisa berbisnis. Mereka bingung jika diajak bicara bisnis.  Banyak dari mereka mengambil langkah untuk mengamankan uangnya dengan deposito ada juga yang diinvestasikan berupa aset  seperti rumah ataupun apartement yang diharapkan nilai jual nantinya semakin naik dari harga waktu belinya. Karenanya uang belum tentu menjamin seseorang dapat berbisnis.
 
Modal akan lebih menggairahkan dan membangkitkan semangat jika diartikan bukan hanya uang, tetapi lebih berupa:
1. Niat: Bagaimana niat kita untuk usaha. Ini wajib ditata karena semua perbuatan itu tergantung dari niatnya.
2. Keberanian: 
Jika mau bisnis harus berani rugi. Kalo memang dengan rugi akhirnya dapat pengalaman untuk modal bangkit kenapa takut.
3. Kemauan berkembang: 
Berkembang disini bisa berupa konsep bisnis masa depan dan selalu belajar untuk membenahi dan menyempurnakan yang dijalankan.
4. Tahan banting: 
Tidak mudah menyerah jika berhadapan dengan masalah terutama masalah yang komplex atau masalah yang datangnya bersamaan dan beruntun seakan akan tidak ada habis habisnya.
5. Bisa baca situasi dan kondisi:
Dengan mempunyai kemampuan membaca situasi dan kondisi anda akan mudah memulai dan menjalankan usaha yang sesuai dengan situasi dan kondisi.
 
Bagaimanapun juga, akan lebih tepat bila hendak  memulai bisnis adalah dengan modal sesuatu yang unik. Unik berarti berbeda dengan yang lain. Unik itu adalah diri kita sendiri. Manusia diciptakan unik yang artinya satu dengan yang lainnya berbeda. inilah sebenarnya modal utama yang kita butuhkan. Manusia adalah modal yang paling mendasar.
 
Jika unik kita artikan sebagai uang, maka yang perlu ditanyakan seberapa unik uang kita itu? Kalau kita punya uang 5 juta apakah itu unik? berapa orang disekitar kita yang punya uang 5 juta. 50 juta, 500 juta, 5 milyar, 5 triliun mana diantaranya yang bisa dikatakan unik? Besaran uang yang jarang dimiliki orang itukah yang dapat dikatakan unik? Untuk usaha kecil lebih baik lupakan keunikan uang tersebut.
 
Pertanyaannya adalah, ketika melihat diri kita sebagai sesuatu yang unik terus apanya yang dapat dijadikan modal? Mulai dari tenaga, pikiran, perasaan termasuk di dalamnya insting ataupun naluri bahkan hobby yang dapat diolah lebih lanjut menjadi potensi yang menghasilkan, begitu pula dengan naluri sosial yaitu pertemanan, persahabatan, persaudaraan yang dapat berbuah kepercayaan dalam hubungan bisnis.
 
Dalam menentukan keunikan dalam diri kita sendiri sangat diperlukan keberanian untuk menjadi diri sendiri. Artinya bukan atas dasar tiru meniru, ikut-ikutan atau angin anginan. Oleh karena itu, Jadilah diri sendiri dalam berbisnis. 
 
Untuk lebih mudahnya mengenal diri coba tanyakan pertanyaan berikut pada diri sendiri?
1. Apa kesukaan Anda?
2. Apa yang Anda bisa?
3. Hal apa yang paling Anda kuasai? 
4. Seberapa luas hubungan dan relasi anda?
 
Jika kesukaan anda terjawab, dari yang disukai, hal apa yang paling bisa dilakukan. Jika sudah ketemu apa yang anda kuasai maka seberapa luas hubungannya untuk hobby anda. Dari banyaknya teman yang ada seberapa bisa anda untuk menambah teman yang sehobby, dst…
 
Dari contoh di atas anda bisa mencari dalam diri anda sendiri usaha apa yang bisa anda lakukan sesuai dengan keunikan yang ada pada diri anda sendiri. Jika semua modal tersebut telah anda punyai biarlah uang berposisi sebagai pendukung saja. Uang tersebut tidak harus dari kantong sendiri dan bukan harus milik personal. 
 
(sumber: Artikel.co)
0
Artikel Berhubungan