POSTED: 02 September 2019

Festival Mie dan Jajanan Bogasari 2019 yang berlangsung di Balaikota Semarang, Minggu (1/9/2019) sungguh menakjubkan. Ribuan pengunjung memadati halaman balaikota sejak pukul 7 pagi. Antrean panjang tampak di berbagai stan yang sudah disiapkan, khususnya di stan mie ayam, gorengan dan martabak.

“Ini memang sedikit di luar perkiraan kami. Tidak sangka warga begitu antusias berburu kuliner di acara yang kami adakan bersama Bogasari ini. Bagus sekali kalau ke depan kita bikin yang lebih besar,” ucap Mafthukin, Ketua Ikatan Keluarga Tegal Semarang, sebuah paguyuban yang beranggotakan sekitar 50 pedagang martabak.

Semarang menjadi kota ke-6, penyelenggaraan Festival Mie Bogasari 2019. Bedanya, di festival kali ini hanya menyiapkan 1.500 porsi mie yang disiapkan para penjaja anggota Paguyuban Projo. Namun ditambah dengan 1.300 bungkus martabak yang disajikan Paguyuban IKTS, 2.000 porsi gorengan dari Paguyuban Gorengan Putra Molen, serta aneka roti produk sebagian alumni Bogasari Baking Center (BBC).

 Adith, Ketua Paguyuban Mie Projo dan Adjie, Ketua Paguyuban Gorengan Putra Molen juga merasa senang dan kagum atas penyelenggaraan festival yang diadakan Bogasari bekerja sama dengan para paguyuban UKM ini. “Kami ingin menunjukan bahwa makanan berbahan dasar terigu seperti mie, martabak, gorengan, dan roti bisa dijadikan sebagai alternatif sarapan. Melalui acara ini, kami ingin memperkenalkan jajanan sehat milik mitra kami yang tergabung dalam paguyuban dan terdaftar sebagai anggota Bogasari Mitra Card (BMC)” jelas Ivo.

Sebanyak 10 stan diisi 10 UKM dari Paguyuban Mie Projo, 10 stan dari 25 UKM anggota  Paguyuban Martabak IKTS, dan 4 stan gorengan dari Paguyuban Putra Molen, serta 10 stan diisi 15 UKM non paguyuban. Misalnya UKM Dapur Bunda Indri, Zylu Cooking, Rumah Ice Cream, Merpati Chiffon & Bakery, Godhong Gedhang Roti dan jajan Pasar.  Tidak ketinggalan, grup Indofood lainnya seperti Ichi Ocha, mineral Club dan lain-lain juga buka stan.

Sama dengan kota lainnya, aneka makanan yang dijual di festival Semarang juga khusus. Seporsi mie ayam hanya Rp 5.000, martabak dari harga Rp 17 ribu dijual hanya Rp 8 ribu, gorengan dengan harga Rp 2 ribu. Selebihnya dijual dengan harga normal.

 “Masih jam 9 pagi tapi kami sudah menghabiskan 12 ember adonan cair atau sama dengan sekitar 700 porsi martabak. Karena masih banyak pengunjung yang antre padahal masih pagi, kami pun mennambah lagi sekitar 5 ember,” ucap Taufik, salah satu pedagang martabak.  

Selain ajang kuliner, di sela-sela festival, Bogasari menyerahkan hadiah paket wisata rohani kepada Yusuf UKM Jajan Pasar “Bolang Baling”, salah satu dari 5 pemenang Hadiah Utama Gelegar BMC (Bogasari Mitra Card) Tahap 1 Tahun 2019 yang berlangsung 18 Agustus lalu.  Meski hanya jajanan pasar, namun UKM Bolang Baling menghabiskan 150 sak terigu per bulan atau setara dengan sekitar 3,7 ton.

Acara lainnya, lomba mewarnai untuk anak TK dan SD. Lomba dibagi dalam 3 kategori yakni TK, SD kelas 1-3, dan SD kelas 4-6. Peserta setiap kategori 50 orang. Para juara berhak atas hadiah uang tunai Rp 150 ribu, Rp 125 ribu, dan Rp 100 ribu, piala, dan sertifikat. (EGI)

 

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Related Artikel