POSTED: 17 December 2019

 Untuk yang pertama kalinya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari berhasil meraih  penghargaan Industri Hijau. Penghargaan ini diberikan kepada Bogasari untuk pabrik yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia. 

“Bagi Bogasari, penghargaan ini membuktikan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada profit semata, tapi juga mempunyai benefit bagi lingkungan, karyawan dan masyarakat sekitar. Selain itu, pengharagaan ini juga menjadi simbol bahwa Bogasari telah menerapkan industri yang mampu berporduksi secara efektif dan efesien dalam menggunakan sumber daya alam dan sumber daya manusi,” ucap Erwin Sudharma, Wakil Kepala Divisi Bogasari yang hadir dalam acara penyerahan Penghargaan Industri Hijau, di Kantor Kemenperin, Senin (16/12/2019)

Bogasari juga menjamin tidak ada limbah buang dari hasi produksi yang dapat merusak lingkungan didalam pabrik ataupun di lingkungan sekitar pabrik seperti area penduduk. Hal ini juga yang menjadi kreteria penilaian dari kemeperin, sehingga Bogasari berhasil mendapatkan penghargaan industri hijau 2019.

“Bogasari telah menjalankan sistem FIFO (First in First Out) dalam penangan material in put utama kita yatu gandum. Dengan demikian seluruh bahan baku yang kita gunakan 100% menjadi produk dan tidak ada waste production,” jelas Erwin Sudharma.

Program penghargaan yang dilakukan Kemenperin aini baru mulai tahun 2017 dan merupakan apresiasi terhadap perusahaan yang telah menerapkan Prinsip Industri Hijau dalam proses produksinya. Bogasari baru tahun ini mendaftarkan dan langsung berhasil meraih penghargaan. Penyerahan penghargaan dilakukan Sekertaris Jendral Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono. Yang menerima penghargaan untuk Bogasari adalah Donald Wisbar sebagai koordinator Sistem Management Energy & Sustainability.  

“Penghargaan ini sangat penting dan perlu untuk menjaga komitmen setiap korporasi dalam hal industry dengan konsep Go Green. Karena itu Bogasari berharap di tahun berikutnya 3 pabrik lainnya yakni Surabaya, Bekasi dan Tangerang mampu meraih penghargaan dari Kemenperin ini,” Wakil Kepala Divisi Bogasari.

Sementara itu, Sekretaris Jendral Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono dalam sambutannya mengatakan, pemberian penghargaan ini memberikan manfaat yang cukup signifikan pada proses produksi. Berdasarkan assasment tahun 2018, dapat dihitung total penghamatan energi sebesar Rp 3,5 triliun dan penghematan air sebesar Rp 230 miliar. Penghematan tersebut, membantu komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas buang sebesar 29 persen.

Tahun 2019 ini, sebanyak 138 industri mendapatkan penghargaan Industri Hijau Tahun 2019 yang terbagi atas industri kecil, sedang, dan menengah. Dari 5 level penghargaan, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Divisi Bogasari menduduki level 4 bersama 52 perusahan lainnya.

Lebih jauh Erwin Sudharma memaparkan, Bogasari telah melaksanakan 4R (Reuse, Reduce, Recycle, dan Recovery) dalam proses produksinya. Misalnya saja, debu dari proses transportasi bisa dijadikan produk yang bernilai jual yaitu berupa pellet.

“Tak hanya itu, Bogasari menjadi pabrik tepung terigu pertama dan satu-satunya saat ini di Indonesia yang sudah menggunakan kemasan biodegradable yang dalam 2 tahun mudah terurai di tanah, untuk kemasan terigu ukuran 25 kg. Sedangkan untuk kemasan 1 kg dan 5 kg, Bogasari sudah memulai program penurunan ketebalan kemasan plastik,” tambah Erwin. 

Dalam hal penghematan energi dan air, Bogasari juga mempunyai fasilitas water recycle yaitu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik dan Rain Harvesting, serta telah menjalankan sistem management energy yang terstandarisasi ISO 50001.

Bogasari juga sudah melakukan pembibitan mangrove dan pengolahan kompos dari sampah organik sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Berbagai kegiatan CSR yang memberdayakan warga sekitar juga dilakukan sebagai bentuk kontribusi terhadap lingkungan sekitar perusahaan. Berbagai pelatihan juga terus dilakukan untuk menunjang program SDM unggul.

“Ke depan, kita berusaha untuk meningkatkan program yang masih mempunyai nilai rendah yaitu program renewble energi dan penurunan intesitas energi. Selain itu, pembuatan struktur organisasi industri hijau juga harus dirancang agar Bogasari nantinya tidak hanya mendapatkan penghargaan level 5, tetapi juga sertifikasi Industri Hijau dari lembaga sertifikasi industri hijau,” ucap Erwin. (REM)

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Related Artikel