POSTED: 24 February 2020

Bogasari kembali menggelar festival makanan berbasis terigu yang diawali di Kota Yogyakarta. Acara yang bernama “Festival Mie dan Jajanan Yogyakarta” ini berlangsung sejak pukul 6 pagi sampai 11.30 siang, Minggu 23/2/2020 di Alun-alun Selatan Keraton Yogyakarta.  Festival kuliner yang melibatkan para paguyuban UKM mitra Bogasari ini melanjutkan program tahun 2019 yang berhasil digelar di 13 kota.

 “Sama dengan tahun sebelumnya, di tahun ini pun kami akan senantiasa membantu menumbuhkembangkan mitra UKM kami yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia melalui berbagai kegiatan pembinaan, salah satunya Festival Mie dan Jajanan Yogyakarta ini,” ucap Julius Ronadi, Manajer Pemasaran Bogasari Wilayah Indonesia Timur dalam sambutannya.

Yogyakarta menjadi kota pertama dan langsung disambut antusias. Sekitar 5 ribu warga berdatangan ke lokasi, guna membeli mie ayam, aneka jajanan pasar dan bakpia, serta produk terigu Bogasari dan grup Indofood lainnya. Festival ini merupakan kerja sama Bogasari dengan Pamiyo (Paguyuban Mie Yogyakarta) yang beranggotakan 22 UKM pengrajin mie se Yogyakarta.

Sugiono, Ketua Pamiyo sekaligus ketua panitia mengungkapkan sebanyak 2.500 kupon makan mie ayam, 1.200 kupon jajanan, dan 300 kupon bakpia yang disiapkan UKM mitra Bogasari terjual habis.  “ Sebanyak 3.700 kupon mie dan jajanan dijual dengan harga Rp 4.000 dan 300 kupon bakpia seharga Rp 18.000. Ini harga spesial persembahan dari kami dan Bogasari,” ucap Sugiono.

Ribuan porsi mie disajikan 25 penjaja mie ayam , 6 stan jajanan, 5 stan bakpia, dan masih ada stan produk UKM lainnya. Grup Indofood juga membuka stan penjuaaln aneka produk, seperti terigu Bogasari, Ichi-ocha, Indomie, Indomilk, Chitato dan lain-lain.

Festival kuliner yang digelar Bogasari dengan UKM anggota Pamiyo ini juga disambut positif Walikota Yogyakarta Tri Kirana. Dalam sambutannya, ia berharap dukungan Bogasari terhadap UKM khususnya di Kota Yogyakarta terus bertambah. Sebagai pemerintah, ia siap mendukung acara-acara yang memang menumbuhkembangkan UMKM di wilayah Kota Yogyakarta dan sekitarnya.

Sama dengan festival tahun 2019, selain belanja kuliner acara ini juga diisi berbagai kegiatan seperti lomba cepat makan mie, permainan joget ala aplikasi Tik-tok, lomba kreasi bagi penjaja, dan undian doorprize.  Lomba cepat makan mie diikuti 40 pengunjung yang dibagi dalam 2 sesi. Setiap sesi diikuti 20 orang dan dipilih 3 peserta tercepat dengan hadiah kupon belanja Indomaret senilai Rp 100 ribu. Begitu juga dengan permainan joget ala aplikasi Tik-tok. “Benar-benar seru acaranya. Bahkan sebagai pedagang mie, saya kaget ada peserta yang bisa menghabiskan 1 porsi mie kurang dari 30 detik,” ucap Sugiono kagum.

Lain halnya dengan lomba kreasi mie ayang diikuti 8 peserta untuk memperebutkan hadiah uang tunai total senilai Rp 1,5 juta dan sertifikat. Roni, Baker dari Bogasari Baking Center (BBC) Semarang bertindak sebagai juri dengan kriteria penilaian kreativitas, penampilan, dan rasa.  Juara 1,2, dan 3 berhasil diraih Dita dengan resep Mie Ayam Goreng Katsu, Bella “Mie Ayam Buah Naga”, dan Aris Dwiati “Mie Ayam Bumbu Bali”.

Pengundian hadiah doorprize juga membuat pengunjung kian senang. Mulai dari hadiah kompor gas, TV, seterika, dispenser, penggorengan, dan masih banyak lagi. "Terima kasih Bogasari telah mengajak kami berjualan mie di acara ini. Alhamdulilah, selain jualan mie saya sudah habis 100 porsi saya, juga dapat doorprize sepeda gunung. Pokoknya seneng banget, semoga festival ini bisa diadakan lagi," harap Dian. (EGI)

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Related Artikel