POSTED: 23 April 2019

Selepas meraih gelar sarjana dari Universitas Trisakti, Jakarta tahun 1997, Herman Amir Badaruddin kembali ke kampung halamannya Palembang. Di “Kota Pempek” ini ia meneruskan usaha sang ayah berjualan keping compact disc. Hanya bertahan 5 tahun, akhirnya sarjana jurusan manajemen ini banting setir membuka usaha roti. Dan saat ini ia bersama keluarganya sudah memiliki 23 outlet.

“Waktu itu saya melihat di Palembang belum banyak pengusaha roti, padahal permintaan roti cukup besar. Makanya tahun 2002 saya putuskan untuk membuat usaha roti,” ucapnya.

Keputusan Herman tergolong nekat karena dia sendiri sama sekali tidak bisa membuat roti. Bahkan sampai sekarang pun tidak. Ia mempercayakannya pada para baker lulusan perhotelan. Tapi manajemen operasional perusahaan ditekuninya dengan mengandalkan pendidikan selama di perkuliahan. Makanya dari awal ia langsung memakai merek produk yakni Brasserie Bakery

Kata “Brasserie” diambil dari bahasa Perancis yang artinya tempat makan. Alasan lain, kata tersebut cukup unik dan dapat menggambarkan bidang usahanya. Tanggal 1 April 2002, Brasserie Bakery resmi beroperasi dengan membuka 1 toko di jalan Jenderal Sudirman. Toko yang terdiri dari 2 lantai tersebut tidak hanya menjual roti, tapi juga restoran.

Pertama kali produksi, usaha Herman memakai 1-2 sak terigu produk Bogasari merek Cakra Kembar Emas dan Segitiga untuk menghasilkan 30 macam roti. Harganya bervariasi, dari Rp 4 ribu sampai Rp 30 ribu per potong. Selain dijual di toko, ia menitipkan ke supermarket-supermarket yang ada di sekitarnya. Ternyata respon dari masyarakat cukup bagus.

“Kita mulai pengembangan tahun 2004, saat mal pertama kali dibuka di Palembang, namanya Palembang Square. Tidak lama kemudian muncul juga Palembang Trade Center (PTC) jadi kita kembangkan di situ,” ucap pria kelahiran 44 tahun lalu itu.

Sejak ekspansi di mal, usaha yang dijalankan bersama kakak dan ayahnya ini terus berkembang dan kini sudah memiliki 23 toko bakery. Sang kakak, Setiawan Amir Badaruddin lebih banyak menangani pengembangan lokasi usaha dan strategi promosi. Sementara dirinya lebih mengurus operasional perusahaan dengan jumlah total karyawan 200 orang.

“Yang terbaru, tahun 2018 kami buka 4 outlet dan 2 diantaranya berada di Gading Serpong, Tangerang. Semoga bisa terus menyebar ke seluruh Indonesia, bahkan mancanegara,” harap 2 ayah anak ini.

Produk Brasserie Bakery  tidak hanya disukai masyarakat Indonesia, tapi juga asing. Terbukti dalam ajang olaharga internasional SEA Games dan Asian Games, yang juga digelar di Palembang, produk rotinya laris manis. “Ini semakin meyakinkan kami untuk terus ekspansi,” kata Herman.

Atas pencapaian sukses usahanya, Brasserie Bakery pernah meraih berbagai penghargaan. Menjadi Outlet Terbaik tahun 2008 dan 2010 dari pengelola mal di Palembang, Pengguna Kartu Debit Terbanyak pada tahun 2014 dari salah satu bank swasta, dan Usaha Wajib Pajak Terbaik sejak tahun 2015 sampai 2018 dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda).

Penghargaan terbaru yang diraih Brasserie Bakery sebagai Nominator Bogasari SME Award 2018 Kategori Platinum yang diserahkan di Jakarta pada Desember tahun lalu. Dalam sebulan anggota Bogasari Mitra Card ini menghabiskan sekitar 1000 sak terigu Bogasari atau setara 25 ton per bulan.

Kendati demikian, Herman tetap menjaga inovasi produk karena kompetisi terus berlangsung. Hingga akhir 2018 produk Brasserie Bakery sudah memiliki lebih dari 100 varian rasa. Brasserie Bakery  akan berusaha menyajikan roti dengan cita rasa lokal, seperti roti sosis keju, roti abon sapi, roti kue nangka isi cokelat, dan roti cokelat bertabur kuaci. Rata-rata dijual dengan harga Rp 9.000 sampai Rp 15.000 dan bisa dipesan antar melalui aplikasi.

“Tren-tren roti baru harus kita ikuti agar tidak tertinggal dengan yang lain. Kita juga mempunyai divisi research and development (R&D) yang tugasnya mencari dan mengikuti tren roti yang berkembang di daerah lain, seperti Jakarta. Kita juga sering berkonsultasi dengan konsultan dari Jakarta atau dari luar negeri untuk terus membantu kita meningkatkan produk, termasuk rencana mengirim karyawan berlatih di Bogasari Baking Center (BBC),” tambahnya.(EGI/REM)

 

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Related Artikel