POSTED: 21 September 2020

Menikmati sajian kuliner lotek, tentunya akan mengingatkan kita pada lotek khas Jawa. Namun tahu kah Fans Bogasari bahwa terdapat varian lain dari lotek yakni lotek khas Sumatera Barat? Seperti halnya dengan lotek khas Jawa, lotek khas Sumatera Barat juga menggunakan sayuran dan saus kacang. Namun bedanya, lotek orang Minang ada campuran mie kuning dalam setiap hidangannya.

Salah satu penjual yang memproduksi mie kuning di daerah Payahkumbuh Sumatera Barat adalah Ria Nova (43) dengan merek Mie Cahaya. Sejak tahun 2013, Ria telah menciptakan mie kuning sebagai campuran lotek yang melezatkan.

Bermula dari tekad menjadi wanita pebisnis yang sukses, Ria Nova yang terlahir dari orangtua pebisnis, setamat SMA tidak melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah. Ia langsung memilih untuk membuka usaha.

“Awalnya saya pernah berjualan produk lain sebelum mie kuning ini, namun tidak berkembang. Lalu saya mencari usaha lain yang mungkin lebih diminati banyak masyarakat,ungkap ibu dari 3 anak ini.

Akhirnya Ria merasa mie kuning mempunyai banyak penggemar mulai dari kalangan orangtua hingga anak-anak karena dapat digunakan untuk berbagai makanan khas  Sumatera Barat.

“Orang Sumatera Barat setiap pagi biasanya sarapan menggunakan lotek, kalau di Jakarta namanya gado-gado. Kalau bulan puasa, mie kuning biasa dipakai untuk menciptakan kolak,” jelas Ria.

Alasan lain mengapa Ria memutuskan untuk berjualan mie kuning karena ingin mempertahankan kudapan lotek dan kolak khas Sumatera Barat, supaya tetap diminati masyarakat Sumatera Baratbahkan terkenal di kota-kota lain. “Saya berharap agar makanan khas Sumatera Barat ini juga terkenal seperti rendang,” ucap Ria.

Resep mie kuning merek Mie Cahaya ini didapatkannya saat bekerja sama dengan karyawan bekas pabrik mie dari kota yang berbeda. Dari sanalah, Ria berdiskusi dan bekerja sama untuk menciptakan resep mie kuning yang baru.

Setelah mencoba berbagai formula untuk menciptakan mie kuning yang disukai masyarakat, akhirnya mie cahaya tercipta. Tentunya dalam proses pembuatan mie, bahan utama yang digunakan adalah tepung terigu Bogasari merek Lencana Merah karena mie yang dihasilkan dirasa sesuai.

Ternyata, mie ciptaannya tersebut disukai banyak masyarakat. Terbukti, produksi Mie Cahaya bisa sampai 250 tim atau 1,25 ton mie per hari. Sekadar info, 1 tim sama dengan 5 kg mie. Untuk memproduksi mie sebanyak itu usaha Ria membutuhkan 50 sak terigu Lencana Merah per hari. Atau dalam sebulan dapat mencapai 1500 sak atau 37,5 ton terigu Lencana Merah dan mempekerjakan 16 karyawan.

 “Kami telah menjual ke berbagai daerah di Sumatera Barat seperti Payahkumbuh, Solok, Batu Sangkar, Maninjau, bahkan hingga mencapai Riau, dengan harga jual 1 tim (5 kilo) mie kuning dengan harga Rp 42.000,” urainya.

Kedepan, Ria Nova berharap dapat membuka cabang produksi agar dapat mengirimkan hingga sampai ke luar Sumatera Barat seperti ke Aceh, Medanbahkan menyeberang keluar pulau seperti Jakarta. “Kami perlu pelajari lebih dalam terkait pengiriman ke luar Sumbar. Namun, saya bertekad mie cahaya akan diperluas,” harap Ria penuh semangat.

Selain itu, Ria Nova mengatakan bahwa dirinya berharap agar target pasar juga bisa diperluas seperti ke minimarket hingga ke mall. Tentunya dengan mengubah kemasan yang lebih menarik.  Ria Nova pun dengan senang hati berbagi tips bisnis kepada Fans Bogasari untuk memulai usaha sehingga dapat terus bercahaya seperti mereusaha mie kuningnya yang dalam 7 tahun berhasil meraih sukses.

“Saya selalu mempertahankan kualitas dan selalu melakukan quality control (kontrol kualitas) dengan cara menyempatkan 3 jam dalam sehari bahkan lebihuntuk terjun langsung ke pabrik mengontrol kualitas produk yang dikerjakan karyawan,” ungkap Ria. Dan yang pasti, tetap semangat, pantang menyerah dan selalu berdoa. (REM)

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Related Artikel