POSTED: 07 Agustus 2017

Rita mengaku tidak ada firasat apapun menjelang pengundian Gelegar Hadiah Bogasari yang berlangsung di Padang, Sabtu (29/7) lalu. Kecuali sehari menjelang acara, di kamar tidurnya muncul kelabang dan lumayan besar. Wanita asli Padang ini panik lalu memanggil-manggil suaminya, Feri. “Yah, sudah mah, jangan panik. Semoga ini pertanda rejeki,” ucap Rita menirukan suara suaminya . “Tak sangka ternyata rejeki umroh,” tambah Rita yang berhenti jadi pegawai PNPM karena ingin terjun penuh membantu suaminya berusaha roti.

 

Usaha roti yang mereka tekuni beberapa tahun ini merupakan warisan dari kakek neneknya Feri. Sejak muda dan jauh sebelum menikah, Feri sudah menjalankan usaha roti tersebut. Bahkan sudah menjadi anggota BMC sejak tahun 2007. “Jadi saya dan suami sudah generasi ke-3. Kebetulan orangtua sudah tidak mampu meneruskan maka kami yang mengurus sepenuhnya sekarang ini,” papar Rita.

 

Selain Rita, 4 anggota BMC yang beruntung dapat hadiah Paket Umroh adalah Tepung Bumbu Risqiya miliki Ronni Arianto Widodo  dari Bantul, Batavia Bakery atas nama Silfira Sulaiman (Jakarta Timur), Roti HR milik Enok Nasibah (Bandung), Roti Ridho milik Muslih (Banjarmasin).

 

Tidak hanya Rita, beberapa UKM dari wilayah Sumatera Barat juga ada yang beruntung mendapatkan hadiah laptop dan koin emas. “Total hadiah yang disiapkan Bogasari dalam tahap pertama ini adalah 10 sepeda motor, 60 koin emas, dan 20 unit laptop, 150 smartphone, dan 190 handmixer, serta hadiah utama 5 paket umrah.  Gelegar Hadiah ini merupakan apresiasi sekaligus untuk menyemangati usaha para UKM,” ucap Manajer SME (Small Medium and Enterprise) and BBC Development Bogasari Beatrix Soedibyo.

 

Sampai jumpa di Gelegar Hadiah Tahap 2 November 2017 nanti di Kota Yogya. (RAP)

1