POSTED: 13 September 2017
Meski sudah lama memakai terigu Bogasari, tapi tidak pernah tahu bagaimana dan dimana terigu tersebut diolah. Rabu 6 September, adalah hari pertama kalinya komunitas BKR menginjakkan kaki di pabrik Bogasari, Tanjung Priok.  “Dengan berkunjung ke Bogasari, kami tidak hanya senang, tapi semakin yakin memakai terigu Bogasari,” ucap Neni Sukmayani, Ketua Komunitas BKR. Nenis adalah adalah pendiri komunitas BKR yang dibentuk tahun 2013. Berawal dari dari kebiasaan berbagi resep berbagai macam kue, wanita yang akrab disapa Teh Nenis ini mencoba-coba membuat grup Facebook BKR. Mereka yang berbagi resep berasal dari berbagai daerah. Mulai dari sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) hingga akhirnya merambah ke Medan, Solo, Yogyakarta dan lain-lain.  Alhasil grup facebook BKR yang semula beranggotakan 500 orang terus berkembang. Kini anggota BKR sudah mencapai 150 ribu orang. 
 
Usaha para anggota BKR ini beragam. Mulai dari roti, donut, kue basah, mie, dan lain-lain. Termasuk ada yang mempunyai usaha toko bahan kue. Lambat laun, komunitas BKR memiliki tempat pelatihan memasak di Bekasi, dekat rumahnya Nenis. Dalam sekali pelatihan, pesertanya antara 20-30 orang. Inilah yang kemudian membuat Bogasari akhirnya menjalin kerja sama dengan BKR sejak Februari 2017. 
 
“Selama ini kami semua memakai terigu Bogasari. Dengan adanya kerja sama dan kunjungan yang pertama kali ke Bogasari ini, kami semakin bersemangat dan berharap usaha kami jalan terus bersama Bogasari,” kata Nenis.
Keyakinan Nenis dan anggota BKR semakin mantap saat berada di Bogasari selama hampir 7 jam, dari pukul 9 pagi sampai 4 sore. Mereka diajak keliling pabrik, mulai dari kunjungan ke area produksi pasta, mill, laboratorium, hingga disuguhi baking demo oleh tim BBC, Chesa dan Pasta. Mereka tampak puas, karena mendapat banyak pengetahuan seputar proses produksi  gandum menjadi terigu dan pasta. Melihat uji laboratorium, mereka pun semakin yakin akan kualitas terigu Bogasari.
 
Menjelang akhir kunjungan, anggota BKR sempat melihat langsung unit bakery container yang mulai Agustus dipasarkan Bogasari. Baker BBC (Bogasari Baking Center) Irvan menjelaskan secara detail kapasitas, spesifikasi, dan peluang bisnis dari usaha bakery container seharga Rp 200 juta ini. Ini adalah tren usaha baru yang sedang berkembang di Indonesia, khususnya di sejumlah kota-kota besar yang dikenal dengan istilah food truck. 
Kunjungan kami ke Bogasari benar-benar dapat informasi lengkap  dan memperkaya pengetahuan kami. Semoga usaha para anggota BKR dan Bogasari terus bertumbuh,” ucap Nenis seraya mengatakan bahwa Rabu 20 September nanti, kelompok ke-2 BKR akan berkunjung ke Bogasari. (RAP)

 

0
Artikel Berhubungan