POSTED: 09 September 2019

Acara Festival Mie Bogasari 2019 di parkir timur GOR Sidoarjo berlangsung meriah dan tertib, Minggu (8/9/2019). Festival Mie di kota ke-7 ini diawali dengan senam sehat sejak pukul 6 pagi di area Parkir Timur GOR Sidoarjo. Penjualan tiket mie ayam dibuka setelah senam selesai.

 “Belajar dari 6 kota sebelumnya, di Sidoarjo kami menyiapkan 2 stan penjualan kupon untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung yang hadir,” ucap Ivo Ariawan, Vice President Commercial Bogasari.

Alhasil tidak terjadi penumpukan pengunjung yang berarti, baik di stan penjualan kupon, maupun stan penjaja penjual mie ayam. Ribuan pengunjung silih berganti memadati area festival. Bahkkan menjelang pukul 9 pagi, seluruh kupon sudah habis terjual.

Parmu, Ketua Pamas (Paguyuban Mie Ayam Surabaya) sekaligus ketua penyelenggara menegaskan bahwa setiap penjaja sudah menyiapkan porsi lebih sebanyak 100. Ini untuk mengantisipasi antusiasme pengunjung seperti di kota-kota sebelumnya.

 “Setiap penjaja menyiapkan minimal 110 porsi mie ayam. Bahkan untuk stan Mie Ayam Jago milik saya, menyiapkan sekitar 200 porsi guna konsumsi panitia dan mengantisipasi hal itu,” ujarnya.

Sebanyak 30 penjaja yang merupakan mitra dari 15 pengrajin mie anggota  Pamas dikerahkan dalam festival ini. Antara lain Mie Ayam Parmu, Mie Ayam Kasidi, Mie Ayam Paijo, Mie Ayam Sunarto, Mie Ayam Rasmanto, Mie Ayam Sumarni, Mie Ayam Nasim, Mie Ayam Tama, Mie Ayam Edi Suyono, Mie Ayam Sutiran, Mie Ayam Mujiono, Mie Ayam Sunarno, Mie Ayam Bu Ripto, Mie Ayam Nursahid, dan Mie Ayam Yudi.

“Selain mie ayam, kami juga mengajak UKM mitra Bogasari lainnya dengan produk non mie. Antara lain Komunitas Kue Penjaringan, Vida Banana Cake, Sanggar Kartini, Dapur Aisya, raja Pisang Keju, dan masih ada yang lainnya. Produknya dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp 3 ribu sampai Rp 50 ribu,” tambah Parmu,

Sambil makan mie dan aneka jajanan, pengunjung dihibur dengan berbagai games, live musik dan pembagian hadiah doorprize dengan hadiah utama TV LED, mesin cuci, dan kulkas. “Seru sekali acaranya, selain kenyang menyantap mie ayam dengan harga murah, kami bisa mendapatkan hadiah dan berbagai hiburan” ujar Nana, salah satu pengunjung yang beruntung mendapatkan 1 unit termos minum dari Bogasari.

Seperti kota lainnya, ada 2 lomba menarik yang digelar yakni Lomba Cepat Makan Mie Ayam untuk pengunjung dan Lomba Kreasi Mie untuk para penjaja. Lomba cepat makan mie digelar 3 sesi dan setiap sesi diikuti 20 orang. Sedangkan para juara 1,2, dan 3 masing-masing sesi mendapatkan hadiah uang tunai Rp 250 ribu, 150 ribu dan rp 100 ribu.

Untuk lomba kreasi mie yang dinilai adalah kebersihan, kreasi, penampilan, dan rasa. Yang menjadi juri adalah 2 baker dari Bogasari Baking Center (BBC) Surabaya, Hadi dan Juli Sudasono.  Penjaja yang berhasil memenangkannya adalah stan Mie Ayam Jago milik Parmu dengan kreasi Mie Ayam Hot Plate. Sampai jumpa di festival mie di kota selanjutnya! (EGI)

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Artikel Berhubungan