POSTED: 04 Desember 2018

 

Pesatnya pertumbuhan usia muda produktif di Indonesia yang dikenal sebagai bonus demografi tak hanya menjadi perhatian pemerintah tapi juga kalangan industri. Puncak bonus demografi yang akan terjadi di tahun 2030 haruslah dipersiapkan jauh hari agar menjadi peluang emas bagi Negara Indonesia. Tidak hanya sebagai pekerja tapi juga pelaku usaha.
 
Karena itulah, Bogasari sebagai pelaku industri di sektor bahan makanan ikut mempersiapkan para kelompok usia muda dan produktif sejak dini melalui program "Bogasari Youtube Foodpreneur Challenge 2018". Acara berlangsung 3 hari sejak Jumat (30/11/2018) Minggu (2/12/2018) di Atrium Lower Ground, pakuwon Trade Center, Surabaya.
 
Ivo Ariawan Budiprabawa, Vice President Commercial Bogasari menegaskan, Bogasari Young Foodpreneur Challenge ini merupakan kompetisi bisnis di bidang industri makanan berbasis terigu, yang bertujuan untuk mendorong semangat entrepreneur dan perkembangan food startup business anak muda masa kini.
 
“Melalui kegiatan ini, Bogasari memberi kesempatan kepada para anak muda yang sudah start up untuk mengenalkan sekaligus meningkatkan nilai usaha rintisannya. Sedangkan anak-anak SMK, ditantang sekaligus diinspirasi untuk mulai belajar menjadi young foodpreneur,” ucap Ivo.
 
Ada 3 kompetisi yang digelar dalam Bogasari Young Foodpreneur Challenge ini yakni, Food Start Up, Bisnis Ideasi, dan Lomba Cipta Kreasi Resep (LCKR). Khusus untuk Food Start Up batas usia adalah 25-35 tahun dan masa usahanya antara 2-3 tahun. Sedangkan peserta kompetisi Bisnis Ideasi dan LCKR adalah pelajar SMK dan SMA sederajat.
 
“Khusus untuk Food Start Up, dari hasil seleksi awal akhirnya didapat 25 peserta yang memenuhi kriteria. Mereka kemudian wajib mengikuti booth camp selama 3 hari, sejak 22 sampai 24 Oktober di Universitas Ciputra, termasuk field trip ke pabrik Bogasari. Setelah itu peserta  wajib mengikuti selling stage dan mentoring bekerja sama dengan Go Food. Jadi para peserta wajib menjual produknya melalui pesan layan antar “Go Food selama 3 minggu mulai 25 Oktober-18 November 2018,” papar Ivo.
 
Pada acara final dilakukan 2 penilaian terakhir yakni hasil penjualan selama 3 hari di acara expo dan presentasi bisnis selama 15 menit di hadapan pengunjung dan dewan juri. Dalam kompetisi Food Start Up ini, Inapie karya Afrinia Ruth Dhearitza Lambey meraih Juara 1 dan berhak atas hadiah Rp 10 juta. Juara 2 diraih Yugo Artono  dengan nama usaha Kidaran dan berhak mendat uang tunai Rp 6 juta. Sedangkan Juara 3 diraih Clarisia Agustina Tanjaya  yang mengusung usaha Rumah Wadai dan berhak atas hadiah Rp 4 juta. Para peserta juga mendapatkan sertifikat dan trofi. (RAP/EGI)

 

 
0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.