POSTED: 18 September 2019

 

Sebagai satu-satunya sekolah yang memiliki jurusan tata boga di Kota Dumai, Provinsi Riau, SMKN 1 Dumai merasa bangga dan bersyukur akhirnya bisa bekerja  sama dengan Bogasari dalam hal pemagangan. Pemagangan berupa praktik kerja lapangan untuk siswa dan magang guru tersebut akan berlangsung di Bogasari Baking Center (BBC) Medan, Sumatera Utara.

Sebelumnya, pada April 2019 lalu, sebanyak 10 siswa dan 5 guru SMKN 1 Dumai sengaja mengikuti pelatihan berbayar di BBC Medan. Dengan menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 12 jam, mereka bertekad untuk bisa berlatih di BBC saat itu. Alhasil, pihak SMKN1 Dumai sangat berharap bisa bekerja sama dengan Bogasari.

 “Kami sangat bangga akhirnya bisa menjalin kerja sama dengan Bogasari. Kami yakin dan berharap, kerja sama ini akan meningkatkan kemampuan para siswa dan guru kami. Jadi lulusan jurusan tata boga SMKN 1 Dumai makin berkualitas dan berdaya saing. Bahkan kerja sama ini akan membantu pemeringkatan akreditasi SMKN 1 Dumai nantinya,”  ucap Kepala Sekolah SMKN 1 Dumai, Dian Dini di sela acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari dengan SMKN 1 Dumai, Jumat (13/9/2019).

Penandatanganan yang berlangsung di gedung Kunci Biru, pabrik Bogasari, Tanjung Priok, Jakarta Utara ini dihadiri juga Ketua Komite SMKN 1 Dumai Fauzi Amsal, dan Irwan Wirawan Kepala Bidang Program dan Informasi PPPPTK Bisnis dan Pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penandatanganan dilakukan Kepala Sekolah SMKN 1 Dumai dan 2 perwakilan manajemen Bogasari, yaitu Anwar Agus, Vice President People and Organization Development dan Ivo Ariawan, Vice President Commercial Bogasari.

Kerja sama praktik kerja lapangan untuk siswa dan magang guru antara SMKN 1 Dumai dan Bogasari ini berlaku selama 2 tahun. Turut hadir dalam acara tersebut Beatrix Soedibyo, Manajer BBC dan SME.

Di SMKN 1 Dumai, khusus jurusan tata boga baru dibuka 5 tahun lalu dan baru meluluskan 2 angkatan. Setiap bulannya menerima 30 siswa untuk juruan tata boga. Menurut Dian Dini, lulusan tata boga SMKN 1 Dumai tidak hanya bekerja sebagai pegawai tapi juga pelaku usaha di bidang makanan termasuk berbasis tepung terigu.

Untuk itu, Iwan dari Kemendikbud juga berharap program kerja sama praktik kerja lapangan bagi siswa dan magang guru ini akan semakin meningkatkan daya saing para lulusan SMKN 1 Dumai. Ia juga mengapresiasi Bogasari yang sudah membuka program praktik kerja industri untuk para siswa SMK dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sejak kurang lebih 20 tahun lalu.

“Pemerintah sedang menyiapkan kebijakan terkait insentif pajak untuk industri yang melakukan program vokasi dan praktik kerja industry untuk sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Kami juga berharap ke depannya Bogasari bisa ikut terlibat dalam program industri mengajar, agar semakin menguatkan program link and match dunia pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri,” ucap Iwan.

Anwar dan Ivo juga menyambut baik kerja sama ini karena merupakan pelaksanaan salah satu pilar coorporate social responsibility (CSR) Bogasari di sektor dunia pendidkan yakni pembanguan sumber daya manusia.  Bahkan bagi Bogasari dengan adanya program kerja sama praktik kerja lapangan semacam ini akan membantu penyediaan tenaga kerja untuk para UKM di sektor makanan. Terlebih khusus UKM mitra binaan Bogasari yang saat ini tersebar di berbagai daerah dan merupakan mayoritas pelanggan Bogasari.

“Dan dengan praktek kerja di BBC, para siswa tidak hanya siap menjadi pekerja di dunia tata boga tapi juga siap menjadi pelaku usaha  di industri makanan. Kalau perlu para siswa juga menyisakan waktu praktik kerja lapangan di UKM  dan Bogasari siap memfasilitasi,” ucap Ivo Ariawan. (RAP)

 

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Artikel Berhubungan