POSTED: 25 Januari 2018

 Sejak tahun 1951, Pemerintah menetapkan Hari Gizi Nasional pada setiap tanggal 25 Januari. Dan pentingnya gizi dalam kehidupan sudah diperkenalkan Bapak Gizi Indonesia almarhum Prof. Poorwo Soedarmo. Profesor Poorwo yang ketika itu diangkat Menteri Kesehatan Dokter J Leimena untuk mengepalai Lembaga Makanan Rakyat (LMR).

Gizi merupakan zat-zat sebagai komponen pembangun atau pembentuk tubuh manusia di dalam rangka mempertahankan & memperbaiki jaringan-jaringan tubuh agar fungsi tubuh manusia itu sendiri dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya. Mengabaikan atau tidak peduli asupan gizi berarti kita membiarkan fungsi-fungsi jaringan tubuh kita tidak bekerja secara maksimalMakanan yang beragam yaitu makanan yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan tubuh. Baik secara kualitas maupun kuantintas. Dalam pelajaran ilmu gizi biasa disebut triguna makanan, yaitu makanan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan zat pengatur. Dengan kata lain makan makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.

Tepung terigu, adalah salah satu bahan pangan yang juga kaya dengan gizi dan bisa diolah untuk menjadi beraneka ragam makanan. Seperti roti, mie, jajanan pasar, pastry, kue dan masih banyak lagi. Di Indonesia, PT Indofood Tbk Divisi Bogasari, merupakan produsen tepung terigu pertama. Pabrik pertama beroperasi di Tanjung Priok, pada 29 November 1971. Sampai saat ini, Bogasari sudah memiliki 4 pabrik yakni Jakarta, Surabaya, Bekasi, dan Tangerang.

Dalam perjalanannya, Bogasari  juga merupakan produsen tepung terigu pertama yang memiliki produk yang sudah difortifikasi dengan vitamin berupa zat gizi besi.  Tepatnya sejak 14 Januari 1999. Ini sesuai dengan motto “Bogasari Turut Mmbangun Gizi Bangsa”.   Bahkan 3  tahun sebelumnya, 29 November 1996,  Bogasari meraih Sertifikat ISO 9002 Versi 1994 untuk Standar Mutu, yang saat ini dikenal sebagai ISO 9001 versi 2015.

Bogasari juga sudah memperoleh Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI 3751 versi 2006 dari Balai Besar Industri Agro ABI-Pro, yang saat ini dikenal sebagai SNI 3751 versi 2009.  SNI penerbitan pertama didapat Bogasari 20 September 2007. Dengan memiliki Sertifikat SNI maka terigu Bogasari dipastikan sudah lama memiliki kandungan zat gizi yakni Vitamin B1, B2, Asam Folat, Zat Besi, dan Seng.

Selain kandungan zat gizi di atas, terigu Bogasari dalam kemasan premium 1 kg dengan merek Cakra Kembar, Segitiga Biru, dan Kunci Biru, merupakan terigu pertama di Indonesia yang memiliki zat gizi tambahan yakni  Vitamin A, B3 dan D3. Atas komitmen ini, 25 Juni 2013, Bogasari meraih Pengahargaan Inovasi Produk Pangan Peduli Gizi dari Pergizi Pangan Indonesia.

Kepedulian Bogasari terhadap gizi tidak hanya melalui produk yang dihasilkan. Bogasari juga melakukan berbagai aksi nyata kepada masyarakat mulai dari edukasi hingga corporate social responsibility (CSR). Program CSR dalam hal gizi yang saat ini berjalan adalah Program Pemberdayaan Posyandu Mandiri di Kelurahan Lagoa dan Kalibaru, Jakarta Utara.. Program ini akan berjalan selama 5 tahun terhitung sejak 2016 dengan salah satu fokus utama adalah pengentasan Balita BGM (Bawah Garis Merah).

Di hari Gizi Nasional 2018 ini, mari kita bersama terus tingkatkan kepedulian akan gizi bangsa. Bogasari, terigu istimewa hasil sempurna dan senantiasa berkomitmen turut membangun gizi bangsa. 

0
Artikel Berhubungan