POSTED: 29 Oktober 2019

“Festival Mie ini patut diapresiasi, karena semakin mendorong pertumbuhan UMKM. Bogasari yang memiliki UMKM mitra binaan perlu terus didukung pemerintah agar UMKM terus berkembang selaku penopang perekonomian daerah bahkan nasional,” ucap Walikota Madiun Haji Maidi dalam sambutannya.

Sebagai bentuk dukungannya kepada Festival Mie Bogasari 2019, Walikota yang datang bersama istri sempat meracik mie ayam dan menyapa para penjaja dan pengunjung. Walikota juga tampak dengan sumringah menyantap mie ayam yang disajikan penjaja di acara.

Dalam skala nasional, Madiun merupakan kota ke-9 dari 15 kota yang direncanakan untuk penyelenggaraan Festival Mie Bogasari 2019. Sebelumnya digelar di Jambi, Sidoarjo, Semarang, Palembang, Kuningan, Bogor, Solo, dan Purwakarta.  Segera menyusul Malang, Mataram, Samarinda, dan Sukabumi.

 Festival di Madiun digarap Bogasari kerja sama dengan Prima (Paguyuban Roti dan Mie Madiun). Paguyuban ini memiliki 17  anggota yang tersebar di Kota Madiun dan sekitarnya, seperti Mie Ayam Pak Mulyadi, Mie maju Lancar Pak Yayak, Mie Ayam Pak Sularso dari Madiun, Mie Ayam Pak Sarminto dari Caruban, Mie Ayam Pak Mulyono Ponorogo,Mie Ayam Pak Mulyadi Ngawi, dan masih banyak lagi.

Yayak, Ketua Prima sekaligus ketua pelaksana menjelaskan, pihaknya melibatkan 30 penjaja dari Madiun dan sekitarnya.  Sebanyak 3.000 porsi mie disiapkan dengan harga Rp 3 ribu per porsinya. Sejumlah UKM non mie juga ikut meramaikannya,  antara lain UKM Metro, Dotmas, dan Cokro yang akan menyajikan roti Bluder, serta beberapa stan UKM lainnya yang akan menyajikan pempek dan jajanan pasar.

Keseruan festival di Mandiun tak kalah dengan kota-kota lainnya. Ada lomba cepat makan mie bagi pengunjung, lomba kreasi mie, dan lomba penjaja. Pemenang lomba cepat makan mie mendapat hadiah uang tunai masing-masing Rp 400 ribu, Rp 300 ribu, Rp 200 ribu, serta kupon belanja senilai Rp 100 ribu.  Sedangkan lomba kreasi mie bagi penjaja, mendapat hadiah uang tunai Rp 1 juta, Rp 750 ribu, Rp 500 ribu, dan kupon belanja senilai Rp 200 ribu. Khusus hadiah lomba penjaja berupa 1 unit sepeda gunung, kulkas, TV, dan voucher belanja senilai Rp 300 ribu.

“Pengunjung juga berkesempatan mendapat hadiah doorprize berupa kulkas, sepeda gunung, dispenser, dan lain-lain.  Pengunjung berkesempatan mendapatkan hadiah tersebut melalui penukaran kupon mie ayam yang dijual dengan harga  Rp 3000,” jelas Yayak,  yang memakai 100 sak tepung Bogasari setiap bulannya. (RAP/EGI)

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Artikel Berhubungan