POSTED: 27 Juli 2018

Berjiwa bisnis, pekerja keras dan penuh inovasi. Itulah Anik Wahyuningsih, pengusaha bolu kering merek “Mak Plengeh” asal Kediri. Dari semua pekerjaan yang ditekuni wanita berusia 51 tahun ini tak pernah lepas dari dunia bisnis. Bahkan sekarang ia mulai menularkan naluri bisnisnya kepada putri pertamanya, Salma yang baru saja lulus SMA.

“Saya pernah berjualan beras di tahun 1998-1999, dan berjualan kripik tempe asli trenggalek, sampai akhirnya memutuskan membuka usaha bolu kering,”  cerita Anik.

Pertama kali terjun ke dunia usaha tahun 1996, yakni industri gula merah. Terbilang sukses dan sampai mendirikan  nama usaha UD Wahyu Jaya. Kala itui ia memasok gula merah untuk kecap piring lombok merek Indofood, bahkan sampai ekspor ke Thailand. Namun, kejayaan tersebut tidak bertahan lama. Tahun 1999 tak lama setelah puncak krisis ekonomi nasional, pabrik gula merah miliknya bangkrut.

Anik tidak patah semangat. Sarjana Teknologi Pangan dari Universita Brawijaya ini pun kembali merintis usaha yakni bolu kering.  Namun diawali dengan menjadi karyawan di toko bolu teman orangtuanya.  Bolu tersebut lumayan laku ia jual, sehingga akhirnya tergoda untuk buka usaha sendiri.

“Awalnya hanya menjajaki 5 pack bolu merek teman orangtua. Dan tidak disangka banyak peminatnya,” ungkap Anik.

Ia lalu berpikir kenapa tidak membuat bolu buatan sendiri. Selain bisa dikreasikan sendiri, pastinya akan lebih untung. Akhirnya ia mempelajari sendiri cara membuat bolu dengan bahan-bahan yang berkualitas dan dijualkan ke tetangga sekitar. Ternyata semua senang dengan rasanya.

Tahun 2001, wanita berkerudung yang sangat ramah dan rendah hati ini buka usaha bolu kering dan memakai nama usaha UD Wahyu Jaya saat bisnis gula merah dulu.  Merek “Mak Plengeh” yang memiliki arti tiba-tiba tersenyum  ini, perlahan mulai dikenal masyarakat dan menyebar ke berbagai daerah di Jawa Timur. Rasanya memang unik dan beragam. Mulai dari bolu kering rasa buah-buahan seperti strawberry, melon, dan mangga.

Awal produksi, ia hanya dibantu 2 karyawan. Semua dikerjakan dengan alat-alat yang masih sederhana. Penggunaan terigu Bogasari pun masih sedikit, hanya 3 kg merek Lencana Merah setiap bulannya. Eksperimen rasa bolu kering pun ia lakukan agar konsumen semakin tertarik.  Alhasil, penjualannya terus meningkat.

Saat ini, UD Wahyu Jaya yang berlokasi di daerah Kediri, mampu menghabiskan 200-300 sak terigu Lencana Merah atau hampir  7,5 ton setiap bulannya. Jumlah karyawan 20 orang. Sementara Mujayin, suaminya pun berhenti dari pekerjaannya sebagai pegawai swasta agar bisa membantu berjualan dari segi marketing. Kini, bolu Mak Plengeh sudah ada di 160 outlet di Jawa Timur, serta di sejumlah Transmart di Kediri, Surabaya, hingga Madiun.

Meraih Juara

Di tengah kesuksean bolu Mak Plengeh, tahun 2006, ibu dari 3 anak ini lagi-lagi bikin inovasi dengan memproduksi kacang sangrai. Namun usaha baru ini tidak terlalu dikembangkan. Namun Juni 2018, Salma putrinya yang baru saja diterima di bangku kuliah Universitas Brawijaya jurusan ekonomi mengembangkan produk kacang sangrai tersebut.

“Saya memang mulai berpikir bagaimana menciptakan produk kekinian yang ditargetkan untuk anak muda. Akhirnya saya menjual kacang sangrai dengan level pedas yang beragam, seperti produk-produk kekinian lainnya. Tapi untuk produk yang satu ini, saya berikan kesempatan kepada anak saya untuk mengurusnya,” kata Anik.

Meski baru usia 18 tahun, Salma mulai berhasil menjelankan amanah ibunya. Berkat kerja sama dengan mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Petra yang difasilitasi tim SME Bogasari pabrik Surabaya, produk kacang sangria ini  naik kelas.  Pada 4 Juni 2018 lalu, resmi memakai merek “Finuts” yang artinya “Funny Nuts” dengan kemasan yang sangat menarik dan kekinian.

Berkat kegigihannya dalam berbisnis, Anik berhasil meraih Juara 1 SME Award Bogasari Kategori Silver tahun 2015, Juara 1 UKM Berprestasi tingkat Kota Kediri tahun 2017. Bahkan Jumat 20 Juli 2018 lalu, ia baru saja meraih Juara 1 UKM berprestasi se-Jawa Timur untuk kategori makanan.  (REM/RAP)

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Artikel Berhubungan