POSTED: 22 Februari 2020

Semua bermula saat Erny Rufiaty (50), pemilik mantau Fya, memutuskan untuk resign dari salah satu bank swasta di tahun 2012. Erny yang hobi baking ini akhirnya banting setir untuk berjualan cookies dan cake foundant decoration. Namun kurang dari 4 tahun, Erny mulai mengalami kerepotan karena  karyawannya kesulitan membuat cake foundant sedangkan pesanan cukup banyak.

Akhirnya, di tahun 2016, Erny beralih produk membuat mantau karena masih jarang ayang menjualnya di Balikpapan.  Ia juga merasa produk mantau dapat dijadikan oleh-oleh khas Balikpapan, karena selama ini hanya dikenal dengan amplang.

Tekad Erny kian kuat saat dapat dukungan dari suami dan teman-temannya. Dengan cocolan sapi lada hitam, ternyata mantau buatan Erny diminati warga Balikpapan. Inovasi pun terus dilakukannya dengan mengubah warna mantau putihnya, menjadi warna mantau warna-warni

“Kami ingin menciptakan mantau yang berwarna tanpa menggunakan pewarna kimia agar tetap aman bagi tubuh.Sehingga, kami menggunakan pewarna alami seperti menggunakan ubi untuk warna ungu dan kuning, buah naga, angkak, kayu secang, dan bunga telang,” cerita Erny.

Inovasi lain, ia membuat konsumen praktis memakan mantu yaitu menaruh isian mantau didalamnya. Ada 5 isian yaitu kepiting, sapi lada hitam, cokelat, keju, dan ayam. Mantau Fya dapat dinikmati dengan cara dikukus atau digoreng sesuai selera.

Ketika merintis, mantau Fya hanya memakai 1 sak terigu Cakra Kembar per bulan. Ia kemudian coba mencampur dengan terigu Segitiga Biru dan ternyata hasilnya lebih memuaskan.  Akhirnya, saat ini mantau Fya menggunakan terigu Cakra Kembar dan Segitiga Biru rata-rata 7 sak per bulan dengan komposisi Cakra Kembar 4 sak dan Segitiga Biru 3 sak. Adapun jumlah mantau yang ia produksi dalam sehari yaitu mencapai 600 mantau.

Sebagai produk oleh-oleh, mantau Fya memang hanya bertahan 3 hari di suhu ruangan. Sementara banyak permintaan mantau yang lebih tahan lama. Akhirnya, di tahun 2018, Ani membuat mantau oven kering dengan olesan kepiting yang jauh lebih tahan lama.

Berkat kerja keras, Mantau Fya tidak hanya mendulang untung cukup besar tapi juga mendapat berbagai penghargaan. Antara lain sebagai warga berprestasi di bidang UKM dari Pemerintah Kota Balikpapan, UKM Wow 2017 pada Gebyar UKM 2017, penghargaan kemanusiaan dari ACT, juara 1 untuk master oleh-oleh provinsi Kalimantan Timur, lolos kurasi untuk FSI, dan lolos menjadi salah satu dari 50 UKM yang mendapatkan Bantuan Intensif Pemerintah (BIP) dari Bekraf dan berbagai penghargaan lainnya.

“Waktu itu penilaiannya sangat ketat bahkan ada 22 ribu UKM yang mendaftar.  Alhamdulilah Mantau Fya menjadi salah satu yang berhasil mendapatkan bantuan,” ungkap Erny sambil tersenyum.

Semua kesuksesan mantau Fya tidak luput dari dukungan suami dan anak-anaknya. Suami Erny,Yusfiq Rafiqi (51), juga mundur dari tempat kerjanya agar fokus membantu mengembangkan usaha mereka dari sisi finansial. Kedua anaknya, Ganang (21) dan Galuh (17) juga ikut membantu usaha mereka.   “Karena anak saya Galuh hobi menggambar, maka ia menggambar khusus  untuk kemasan produk baru kami Brownies Kukis,” ucap Erny bangga.

Sementara Ganang yang sulung, sering membantu orangtuanya mengirimkan produk ke toko-toko di setiap hari minggu. Erni juga memberikan tips kepada Fans Bogasari agar usaha dapat berkembang adalah  fokus dalam berbisnis dan selalu membuat SOP yang jelas setiap produksi ataupun terkait menejemen keuangan.

Saat ini, total produk Mantao Fya 4  macam yakni mantau, mantau kering, brownies kukus, dan bingka. Cookies juga masih diproduksi saat Ramadhan dan orderan cake hias foundant pun juga ia layani meskipun tidak prioritas.

Jika Fans Bogasari sedang berjalan-jalan ke Balikpapan atau Samarinda, jangan lupa kunjungi toko Mantau Fya yang beralamat di Borneo pardiso ruko Maple Blok B no.1. Selain itu, produk Fya juga sudah telah tersebar di pusat oleh-oleh seperti UKM Sentra di Balikpapan, toko oleh-oleh Gebung Panglima di Samarinda, dan toko oleh-oleh di bandara Balikpapan. Mantau Fya juga dapat dipesan secara online melalui media social Instagram dengan akun @mantaufya_balikpapan, website di www.mantaufya.com dan layanan pesan antar online. (REM/DEO)

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Artikel Berhubungan