POSTED: 15 Februari 2018
“Selain membagikan donat secara gratis, saya juga membagikan brosur di titik-titik keramaian di sekitar outlet. Dari situlah masyarakat sekitar mulai mengenal produk Dapur Donat Madu.”
 
Sepenggal kisah perjuangan yang dikenang Eva Kartika (38) saat mengawali usaha bersama suaminya, Bambang Hendroputro (49) tahun 2013 lalu. Bagi Eva, 6 bulan pertama merintis usaha adalah masa-masa yang cukup berat. Tapi ia dan suaminya tetap percaya diri dan  pantang menyerah. Alhasil, kini usaha donat mereka terus berkembang. Ada 3 outlet Kota Jakarta dan satunya lagi di Kendari, kota kelahiran suami Eva.
 
Pasangan suami istri yang tinggal di daerah Koja, Jakarta Utara ini dulunya karyawan di perusahaan cukup ternama. Eva mantan pramugari, sedangkan Bambang sang suami bekerja sebagai field coordinator di perusahaan minyak. Selepas berhenti menjadi pramugari dan karyawan tahun 2013, keduanya memutuskan buka usaha makanan karena kebetulan punya hobi masak. 
 
Eva yang lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti jurusan Perhotelan ini coba membuat donat dengan mempelajari resep dari buku dan internet. 3 bulan ia habiskan waktu bersama sang suami untuk trial and error resep donat madu.
Ia berusaha membuat donat yang bukan sekedar donat rumahan dan bukan donat yang biasa. Tapi donat yang teksturnya empuk seperti donat yang sudah punya nama dengan harga yang terjangkau. “Kami memilih donat madu agar memiliki keunikan tersendiri dibanding donat lainnya,” ucap Eka.
 
Mereka meyakini donat disukai berbagai kalangan usia mulai dari anak-anak sampai orang tua. Donat juga camilan yang tidak membosankan dan harganya tidak terlalu mahal. Dengan penambahan madu di adonan, rasa donat makin enak dan berbeda dengan yang dijual umum.
 
Beragam jenis terigu mereka coba selama masa trial and error hingga akhirnya memutsukan untuk memakai terigu Cakra Kembar Emas (CKE) dengan campuran Kunci Biru. Dengan menggunakan CKE dan Kunci Biru, donat  jadi lebih bagus. Saat dipotong, tekstur adonan berwarna putih dan wangi saat digoreng. 
 
“Saya mengakui memakai terigu Bogasari pastinya menghasilkan produk yang bagus dibandingkan dengan merek lainnya,” aku Eva.
 
4 Outlet
Setelah yakin dengan resepnya, orangtua dari 2 putra ini memutuskan untuk membuka outlet. Bermodalkan Rp 50 juta, mereka berhasil buka toko pertama di Jalan Manggar Raya Nomor  2A, Koja, Jakarta Utara. Resminya 7 Maret 2013. Di awal-awal penjualan, Donat Madu dipasarkan secara gratis kepada setiap orang yang lewat di depan toko.
 
Awalnya Eva sempat khawatir apakah produknya dapat diterima masyarakat atau tidak. Tapi berkat dukungan penuh dari sang suami, ia tidak mau menyerah. “Alhamdulillah, masyarakat kenal produk Dapur Donat Madu dengan kemasan yang bagus, enak, dan tampilan menarik,” ujar Eva.
 
Enam bulan pertama adalah masa-masa jatuh bangun. Tapi mereka terus berusaha dan bekerja keras dengan dibantu 2 karyawan. Hanya dalam waktu 4 tahun, anggota Bogasari Mitra Card (BMC) ini memiliki 4 toko dan setiap toko mempekerjakan 4 karyawan.
 
Keempat toko itu, 3 diantaranya di kawasan Jakarta Utara, yakni Jalan Manggar Nomor  2A, Jalan Cemara Nomor  84, dan Jalan  Warakas VII. Terakhir di Jalan Sorumba Nomor  2J Kendari, Sulawesi Tenggara. Setiap toko Dapur Donat Madu menghabiskan 20 sak terigu Cakra Kembar Emas dan 10 sak Kunci Biru. Omset setiap toko cukup besar, diatas Rp 60 juta per bulannya.
 
Eva percaya, peluang usaha donat masih potensial ke depannya. Namun butuh inovasi pada rasa donat madunya, mulai dari selai avocado, selai durian, selai caramel, coklat kacang, coklat keju, sampai dengan rasa capucino. Untuk anak-anak, Eva menciptakan berbagai karakter unik dari donatnya, seperti karakter dorameon, spiderman, spongebob, dan superhero lainnya.
“Kuncinya adalah harus mau belajar, sering berinovasi, dan memiliki semangat pantang menyerah. Untuk melihat jenis produk dan promo dapat melihat Facebook Dapur Donat Madu dan Instagram donatmaducemara,” papar Eva.
 
Atas keberhasilan Eva dan Bambang, Mitra Bogasari ini berhasil meraih nominator Bogasari SME Award 2017 Kategori Silver. “Di Indonesia ada puluhan ribu bahkan ratusan ribu UKM berbasis terigu. Kami bangga, Dapur Donat Madu bisa menjadi salah satu nominator penghargaan yang digelar Bogasari,” ucap Eva. (DIK)
0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Artikel Berhubungan