POSTED: 23 Maret 2020

Sebagai pengusaha makanan, kebanyakan dari kita pasti ingin memiliki outlet yang megah nan mewah untuk menjajakan makanan olahannya. Hal itu tidak salah, hanya saja tidak berlaku pada Hery Multy, pengusaha pizza, burger dan aneka jajanan di Medan. Ia memilih untuk menjual produk olahannya secara gerobakan di 4 lokasi di pinggir jalan. Pilihannya tidak salah, bahkan ia berhasil meraih kesuksesan dan terpilih sebagai Nominator Bogasari SME Award 2019 kategori Silver.

Kisah suksesnya sebagai pengusaha, bermula ketika ia duduk di kelas 3 SMA di Kota Medan atau sekitar tahun 1998 silam. Menjelang Ebtanas (sekarang UAS), ia bersama pacarnya saat itu membeli burger di pinggir jalan. Melihat proses pembuatannya yang cukup mudah, ia dan sang pacar bertekad untuk membuka usaha burger bersama setelah kelulusan.

 “Karena tidak difasilitasi orang tua, kita modalnya itu dari kerja mocok-mocok. Mocok-mocok itu seperti agen kereta api. Kita dapat komisi dari sana. Dari situlah saya dan pacar, mengumpulkan modal. Awalnya buka 1 gerobak burger di sini, di Jl. Perintis Kemerdekaan, Medan,” kenangnya.

Usahanya itu ia beri nama Mc Hery est 98. Namanya ia sengaja buat menyerupai perusahaan asal Amerika yang saat itu mulai tenar di Kota Medan. Geliat usahanya cukup lambat, dalam sehari paling ia bisa menjual 4-10 burger dengan harga Rp 600.

“Pengembangannya cukup susah waktu itu. Karena ini makanan western, jadi masyarakat belum familiar. Mereka tahunya roti pakai isi daging giling beku. Agar lebih bisa diterima lidah orang Indonesia, Kita memodifikasinya dengan menggunakan isian telur. Jadi tahun 98 itu hanya ada 2 rasa burger” ungkap ayah 1 anak itu.

Jodoh dan rezeki memang di tangan Tuhan. Tak lama setelah membuka usaha, Ia dan pacarnya pun putus. Alhasil, ia menjalankan Mc Hery est 98 seorang diri. Di tahun 2008 ia memutuskan untuk menikah. Tanpa disangka, di tahun yang sama ada kawannya yang ingin bergabung menjadi karyawan.

“Setelah menikah dan memiliki karyawan, saya mulai berani berinovasi dengan menambah varian makanan. Jadi ada gerobak yang menjual pisang bakar dan roti bakar Bandung. Di tahun 2015 kita berinovasi kembali dengan membuat pizza. Pizza inilah yang adonannya kita buat sendiri secara tradisional,” ungkap pria kelahiran Padang Sidempuan itu.

Awalnya ia hanya menghabiskan 2 - 4 kg terigu Segitiga Biru per hari. Berjalan kurang lebih 1 bulan, ia disarankan oleh kawannya yang lain untuk menggunakan terigu Cakra Kembar Emas, produk premium dari Bogasari.

“Menggunakan terigu Segitiga Biru juga hasilnya bagus, tapi ada produk Bogasari yang lebih pas dan hasilnya lebih memuaskan, yaitu Cakra Kembar Emas.  Setelah menggunakan Cakra Kembar Emas perbedaannya itu teksturnya lebih lembut, dan tahan hingga esok hari,” jelas pria yang gemar menggunakan topi itu.  

Dampaknya, penjualan terus meningkat dan omset merambah naik. Hingga awal tahun 2020 Mc Hery est 98 sudah memiliki 4 lokasi penjualan yang dijalankan 17 orang karyawan. Dalam sehari, Mc Hery mampu menghabiskan 4 sak terigu Cakra Kembar Emas, atau 1 sak untuk setiap lokasinya. Selain ada gerobak burger, pisang bakar, roti bakar, dan pizza, produk makanan yang dijualnya pun bertambah menjadi ada gerobak pop corn dan es krim. Produk Mc Hery est 98 bisa didapatkan dengan harga mulai Rp 15.000 – Rp 70.000.

Hery tetaplah Hery. Walaupun sudah menjadi juragan, ia enggan membuka outlet seperti toko roti atau kue pada umumnya. Ia tetap mempertahankan konsep jualan dengan gerobakan di pinggir jalan.

 “Bukan kita tidak bisa membuka outlet seperti pada umumnya, bukan. Hanya saja lebih terasa kekeluargaan jika menjual makanan secara gerobakan di pinggir jalan. Terlebih memang mangsa pasar utama kita adalah keluarga,” jelasnya.

Walaupun gerobakan, ia tetap menjaga kualitas produknya dengan menggunakan bahan-bahan yang premium. Karenanya, beberapa artis seperti Sammy Simorangkir, Dea Mirella, dan Omo Kucrut pernah singgah untuk menyantap produk yang dijualnya.

“Untuk menjaga rasa, kami tetap menggunakan produk yang dari dulu memang sudah dipakai. Bahan tidak akan membohongi rasa. Kalau ada penawaran dari principle, kami mau yang kualitasnya lebih tinggi. Oleh karena itu, kalau kami ada perubahan, itu haruslah ke arah yang lebih baik secara kualitas,” pungkasnya. (EGI)

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Artikel Berhubungan