POSTED: 05 November 2019

Memiliki konsep sebelum memulai usaha adalah hal penting bagi Jonni Mursalim.

Selama kurang lebih 3 tahun bergumul untuk merumuskannya dan pilihan jatuh pada konsep perpaduan Asia Eropa. Tahun 2017, akhirnya pria berusia 43 tahun ini membuka usaha dengan nama JON’S Boulangerie and Patisserie.

 “Cukup lama juga keinginan saya buka usaha di bakery. Kita melihat peluang di Bandar Lampung, karena belum ada roti yang memadukan konsep Asia dan Eropa. Jadi kita menyajikan konsep yang berbeda dari toko-toko roti yang lain,” ucap Jonni.

Sebelum buka usaha bakery modern,  Jonni merupakan penerus dari usaha makanan ringan milik ibunya yang dijual di pasar tradisional. Karena kondisi pasar yang lesu, ia pun memutuskan mencari jenis usaha baru yang sedang tren.

Tiga tahun  ia berkeliling ke berbagai daerah seperti Batam, Kalimantan, dan Jawa guna mencari baker yang cocok untuk usahanya. Pucuk dicinta ulam  pun tiba. Ia bertemu dengan  Ari yang kini menjadi baker kepercayaannya. Merasa cocok, keduanya pun coba membuat produk selama 1 bulan penuh.

Sebelum pembukaan tanggal 20 Mei 2017 lalu, kami produksi setiap hari selama 1 bulan untuk uji coba sampai dapat formula yang benar-benar cocok dengan cita rasa orang Indonesia,” ungkapnya.

Selama percobaan, ia menghabiskan 30 sak berbagai merek terigu, hingga akhirnya merasa cocok dengan  terigu Cakra Kembar Emas dan Segitiga Biru produksi Bogasari. Cakra Kembar digunakannya untuk roti, sedangkan Segitiga Biru untuk membuat bolu.

“Dari pertama buka sampai sekarang kita tetap pilih terigu Bogasari, karena sudah cocok sekali.  Teksturnya lebih lembut dan pengembangannya pas sesuai dengan yang kita inginkan. Bagi kami terigu Bogasari yang terbaik untuk membuat roti saat ini,” katanya sembari tersenyum.

Sampai saat ini, pemakaian terigu Bogasari bisa mencapai 4 ton lebih terigu Cakra Kembar Emas dan 2,5 ton Segitiga Biru per bulannya.  Karyawannya pun bertambah menjadi 35 orang secara keseluruhan.

Pertama kali buka, JON’S Boulangerie dan Patisserie langsung luncurkan 30 varian rasa roti dengan harga Rp 4.000 – Rp 15.000. Varian rasa yang dijual antara lain stroberi, cokelat, blueberry, durian dan masih banyak lagi. Inovasi tetap terus dilakukan dan saat ini telah menjual roti lebih dari 100 varian rasa dan 50 varian bolu.

Sejak pertama buka sampai sekarang, roti durian tetap menjadi primadona dan paling sering dicari. Selain itu, pelanggan bisa memesan bolu sesuai keinginan atau lebih dikenal dengan custom cake.

“Untuk roti kami akan terus berinovasi, dan  untuk cake kami terima custom cake. Harganya pun akan menyesuaikan, sejauh ini kami jual cake dengan harga Rp 120.000 – Rp 250.000. Saat ini kami baru punya 1 outlet yang buka mulai pukul 06.00 – 22.00 WIB. Produksi 24 jam dan dibagi menjadi 3 shift,” papar pria lulusan D3 Akuntansi STIE Jakarta tahun 1999 ini.

Pemesanan juga dapat dilakukan melalui media sosial dengan akun FB @jons.lampung dan IG @jons_boulangerie_patisserie.  Pertengahan tahun 2019, Jonni mulai ekspansi ke Kota Medan karena ia ingin membuat toko roti terbaik dan tersebar di mana-mana. (EGI)

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Artikel Berhubungan