POSTED: 21 Januari 2018
 Di PHK dari perusahaan tempatnya bekerja justru menjadi titik balik dalam hidup Choriul Mahpuduah, pengusaha kue dan perintis kampung kue di Suarabaya. Berkat kegigihan dan keinginannya untuk berhasil, lulusan S1 hukum ini dinobatkan sebagai Pahlwan Ekonomi Award 2014 untuk kategori Home Industry atas bisnisnya yaitu Almond Crispy.

Berkat rasa dan penggunaan bahan yang berkualitas, Almond Crispy dengan nama brand Pawon kue ini telah di pesan hingga ke mancanegara seperti Malaysia, Korea, ataupun Jepang. Bahkan di tahun 2017 yang lalu, Almond Crispy dengan varian keju dan greentea ini telah dipasarkan di Maskapai Penerbangan Citilink.
 
“Saya memang menjaga kualitas produk dengan selalu menggunakan terigu Segitiga Biru premium dari Bogasari agar rasa dan kerenyahan Almond Crispy tetap terjaga,” ungkap ibu dari 2 anak tersebut.
 
Irul memulai usaha Almond Cripsy di akhir tahun 2013. Sebelumnya Irul telah berjualan kue lebaran seperti nastar, castengle ataupun lidah kucing di tahun 2005. Awalnya Irul hanya membantu para ibu-ibu di daerah tempat tinggalnya di kawasan padat penduduk di Rungkut Lor Gang 2, Surabaya untuk belajar membuat kue dan bisnis. Tetapi, sebagai perintis kampung kue, tidak sah sepertinya jika ia tidak berjualan kue.
 
Wanita berusia 49 tahun ini merupakan sosok luar biasa bagi warga sekitar. Dia begitu gigih dalam menciptakan kampung penghasil aneka kue basah. Sehingga, kini dikenal sebagai kampung kue. Hanya bermodalkan semangat untuk membantu, Irul yang tidak mempunyai dasar bisnis apalagi memasak, mencoba untuk meyakinkan ibu-ibu di tempat tinggalnya untuk berbisnis kue. Di tahun 2009, Irul mengajak ibu-ibu di kampungnya tersebut ke Bogasari Baking Center Surabaya untuk berlatih berbagai jenis pelatihan makanan berbasis terigu maupun pelatihan bisnis.
 
Perlahan usaha Irul berbuah manis. Kini terdapat 65 warga di kampunya yang menjadi pengusaha kue sebagai pekerjaan. Irul mengaku saat ini kampung tersebut sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara seperti Malysia, Brunei Darussalam ataupun Australia yang penasaran dengan kampung kue tersebut.
 
Irul berpesan kepada Fans Boga agar terus semangat dan jangan takut gagal untuk memulai berbisnis. Menurutnya, di dalam berbisnis pasti terdapat hambatan. Tapi hambatan tersebut harus kita hadapi dan sebagai pembalajaran bagi kita untuk terus maju. Semangat berbisnis Fans Boga!
0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Artikel Berhubungan