POSTED: 22 November 2019

Adalah Ahmad, pegawai perusahaan minyak terkenal di Balikpapan. Di setiap jam istirahat ia mampir ke Nazwa Bakery yang terletak di LKMD III nomor 18, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan, Kalimantan Timur. Tiap jam 12 siang ia membeli 20 bungkus roti bakar bandung lengkap dengan aneke selai.

Sore sepulang kerja, kira-kira habis magrib ia pun berjualan roti bakar bandung dengan  memakai gerobak dorong. “Jadi setiap jam istirahat kantor, saya gunakan waktu untuk belanja roti dan bahan selai untuk cari tambahan sepulang kantor. Lumayan buat car tambahan tabungan pendidikan anak,” ucap Ahmad.

Siti Mariyah, juga melakukan hal yang sama. Setiap pagi ia membeli roti bakar bandung dan selai produk Nazwa Bakery untuk dijual di warung miliknya dekat sekolah dasar. “Anak-nak sekolah senang, bisa makan roti dengan hanya Rp 2 ribu,” ucap Siti.

Kedatangan para pembeli ke rumah produksi sekaligus rumah tinggalnya, membuat Musa Majid pemilik Nazwa Bakery memutuskan beralih usaha dari martabak ke roti manis lalu ke akhirnya roti bakar bandung.

“Pas mencoba jualan roti bakar Bandung kok rasanya enak sekali, karena pelanggan yang datang sendiri mengambil rotinya. Makin banyak permintaan, mesinnya tidak sangup memproduksinya. Jadi saya melepaskan roti manis itu dan mulai fokus ke roti bakar,” ucap Musa Majid.

Pria kelahiran Gorontalo 1 Januari 1972 ini merantau ke Balikpapan tahun 1998 mengikuti jejak teman-temannya.  “Daripada nongkrong nggak jelas di rumah, saya coba bantu teman saya jualan. Di kasih makan saja sudah syukur, Karena waktu itu mereka sedang tidak butuh karyawan, jadi saya tidak bisa menuntut upah pada mereka. Baru 4 bulan kemudian, saya jualan martabak terang bulan sendiri menggunakan gerobak,” ungkap lulusan STM tahun 1991 ini.

Setelah 5 tahun berjualan martabak terang bulan, tahun 2005 adiknya yang bejualan roti matis mengajaknya untuk beralih ke roti saja. Musa pun manut dan sang adik memesan ke tukang las untuk dibuatkan 10 cetakan Loyang.

Awalnya mereka produksi roti manis dan terkadang dari pagi sampai malam. Setelah itu berangkat titipk ke toko-toko. Semuanya dikerjakan bersama sang istri, Khadijah Usman  yang kebetulan pernah kerja pabrik  roti di Gorontalo. Lama kelamaan beralih ke roti bakar bandung karena pembeli datang sendiri dan tak perlu antar keliling ke toko-toko.

Perlahan usaha mereka berkembang dan mulai menambah alat serta rekrut karyawan. Saat ini Nazwa Bakery sudah punya 5 karyawan. Kini apur produksi Nazwa Bakery sudah mampu menghabiskan 3 sak atau 75 kg terigu Cakra Kembar per hari, yang dulunya hanya 4 kg per hari.

Merek usaha Nazwa Bakery diambil dari nama anak kedunya. Dari awal usaha roti, Nazwa Bakery sudah memakai terigu Segitiga Biru. Ia mengaku  sempat beralih ke produk lain, tapi balik lagi pakai tepung Bogasari. Dulunya Segitiga Biru kini Cakra Kembar.

Di sisi lain, usaha martabak terang bulan masih berjalan tapi dikelola menantu dari putri pertamanya dan sehari bisa menghabiskan sampai 8 kg terigu Segitiga Biru.  “Jadi saya kerjaannya hanya ngadon saja. Itu bisa menghasilkan 160-180 biji di gerobakan mangkal dengan harga Rp 6 ribu – Rp 10 ribu,” ucap ayah dari 4 anak ini.

Sementara itu, produksi roti bakar bandung Nazwa Bakery berlangsung dari pukul 06.00 – 14.00 WITA, di rumah tinggal mereka sekaligus lokasi penjualan. Dengan 3 sak terigu Bogasari bisa menghasilkan 850 potong roti bakar Bandung yang dijual seharga Rp 4.500

“Kadang-kadang kalau lagi banyak pesanan bisa produksi sampai jam 5 sore. Kami menerima pesanan selama masih dalam jumlah yang wajar. Biasanya banyak pesanan di tanggal muda atau ketika ada acara khusus,” ungkapnya.

Nazwa Bakery sempat memasarkan produknya di beberapa marketplace. Tapi karena nomor teleponnya terblokir, ia tidak bisa membuka akun usahanya.  “Kemarin saya sudah menjual roti bakar Bandungnya di Go-food, tapi hanya sebentar karena ada sedikit masalah. Selain roti bakar Bandung, Nazwa Bakery pun menjual selai rasa nanas, strawberry, blueberry, srikaya, durian, dan selai kacang. Rencananya Nazwa Bakery akan memproduksi roti tawar juga,” pungkasnya. (EGI/RAP)

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Artikel Berhubungan