POSTED: 11 Februari 2018
 Jiwa pengusahanya sudah mengalir selepas lulus kuliah. Sarjana akutansi dari salah satu universitas di Jakarta ini menekuni berbagai usaha. Mulai dari pemborong, usaha tambak udang, sampai menjadi perajin lampu kualitas ekspor. Semua dijalaninya dengan jatuh bangun sampai akhirnya memutuskan membuka usaha makanan mie instan.
 
Mie instan herbal yang kemudian diberi nama Alamie ini perlahan mulai dikenal masyarakat Yogya karena bahan bakunya menggunakan sayuran dan buah organik, sehingga aman dikonsumi semua kalangan dan bikin penasaran. Mie Instan Sehat “Alamie”. Begitulah Alfonsus Suprianto  menamakan usahanya Kisah bisnis pria berusia 53 tahun yang hobi memasak ini diawali tahun 2009. Saat itu, anak semata wayangnya yang berusia 17 tahun sangat gemar menyantap mie instan.  Suprianto pun menjadi penasaran akan kegemaran anaknya itu. Ia lalu berpikir kenapa tidak membuat mie instan sendiri. Selain hemat juga bisa mengontrol kandungan bahan-bahan tambahannya.
 
Akhirnya ia mempelajari sendiri cara membuat mie instan dengan bahan-bahan organik. Dan ternyata anaknya pun menyukai mie buatannya itu.  Seiring dengan berjalannya waktu, Suprianto terus berinovasi dengan mie instannya.  Atas dorongan keluarga dan relasi, Suprianto berani memroduksi dalam jumlah banyak dan menjualnya. 
 
Secara formal bisnisnya baru dimulai pada April 2010 dengan mendirikan badan usaha “UD Valmay” yang diambil dari nama sang buah hati, Alusia Ivana Valmay, tanpa ada karyawan sama sekali. Semua dikerjakan dengan alat-alat yang masih sederhana bersama istri dan anaknya, dengan nilai omset hanya Rp 1 juta per bulan.
 
Berbagai macam perizinan usaha sudah ia kantongi.  Untuk bahan baku, UD Valamay yang berlokasi di daerah Demangan Yogyakarta ini mampu menghabiskan 90 sak terigu Cakra Kembar setiap bulannya.
 
Awalnya Suprianto memang menggunakan terigu Segitiga Biru. Namun dalam perjalanannya, ia merasa bahwa mie bikinannya belum pas dan perlu ditingkatkan kualitasnya. “Saya menggantinya dengan terigu Cakra Kembar yang kandungan proteinnya tinggi sehingga lebih kenyal dan tidak gampang putus. Sedangkan Segitiga Biru yang selama ini saya pakai kandungan proteinnya sedang,” paparnya. 
 
Mie Instan
Awalnya produk Alamie tidak menggunakan bumbu, hanya menjual mie yang sudah diberi rasa. Lama kelamaan penjualan menurun dan setelah berjalan satu tahun, Alfonsus mulai bereksperimen dengan menambahkan bumbu racikannya agar pembeli tidak repot meracik bumbu sendiri, layaknya mie instan “pabrikan” dan ternyata berhasil.
 
Konsumen mulai menyukai inovasi barunya sehingga penjualannya mulai meningkat. Rasa bawang adalah bumbu pertama yang diciptakannya, kemudian menyusul rasa rendang dan soto.  Setelah mencoba memasukkan tambahan bumbu di dalam kemasan mie, omsetnya naik menjadi 3 kali lipat dan terus berkembang sampai sekarang sudah mencapai Rp 300 juta.
 
Menurut Suprianto, keberhasilan usahanya ditunjang dengan semangat yang pantang menyerah dalam membangun bisnis. “Sejak awal saya memang sudah punya keyakinan bahwa saya akan sukses di bisnis mie instan sehat ini, makanya apapun keadaannya saya terus berusaha membesarkan produk ini,” ujar suami Agustine Maria Sukendharji ini.
 
Saat ini telah banyak orang yang mengenal produk Alamie, pemasarannya sudah merambah seluruh Indonesia, bahkan sudah sampai Australia. Alfonsus pun memanfaatkan berbagai media untuk memasarkan produknya, termasuk sosial media untuk mengenalkan produk-produknya.
 
Berkat sosial media seperti facebook dan instagram, bisnis UD. Valmey dapat berkembang pesat. Selain secara offline dan online, juga membuka kesempatan kerjasama dengan agen atau reseller untuk memasarkan Alamie. Bahkan konsumenpun sudah bisa memesan melalui e-commerce seperti Bukalapak  dan Tokopedia.
 
Bagi konsumen di Yogyakarta dan sekitarnya, Mie Instan Alami juga sudah bisa dipesan lewat aplikasi Go-Food. Untuk pemesanan melalui Instagram, cukup dengan memfollow akun IG @miesehatalamie. Suprianto mulai bersiap membuat Alamie matang dalam kemasan kaleng.
 
Pengakuan akan produknya pun semakin lengkap dengan diterimanya penghargaan UKM terbaik kategori Silver pada acara Pengaugerahan Bogasari SME Award 2017. Alfonsus pun semakin bersemangat untuk terus mengembangkan Alamie yang dikenal tidak hanya di Indonesia tetapi juga ke mancanegara. (DIK)

 

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Artikel Berhubungan