_ “Citra Rasa Bakery”, Pantang Berganti Terigu | Bogasari

“Citra Rasa Bakery”, Pantang Berganti Terigu

              Hukum kesetiaan tak hanya berlaku dalam menjalin hubungan rumah tangga. Tapi juga dalam berusaha. Dengan kesetiaan niscaya akan membuahkan kesuksesan. Seperti halnya yang dialami Fatkhul Faozi, mitra usaha Bogasari yang membuka usaha roti dengan merek “Citra Rasa Bakery” di daerah Banyumas, Jawa Tengah.

Sejak membuka usaha bersama istrinya Diah Purwani, 11 tahun yang lalu, Fatkhul setia memakai produk berkualitas Bogasari seperti Cakra Kembar. “Saya selalu menggunakan terigu merek Cakra Kembar dari Bogasari karena saya percaya akan kualitasnya. Dan saya pun yakin bahwa konsumen roti saya juga akan loyal karena kualitasnya,” tegas pria kelahiran 14 April 1976 ini.

Pengakuan Fatkhul ini jelas bukan semata pujian buat Bogasari. Tapi hasil membuktikan, saat ini usahanya telah berhasil menyerap 20 tenaga kerja untuk memproduksi lebih dari 300 sak terigu Cakra Kembar dan Segitiga Biru setiap bulannya. Bahan tersebut dipakai untuk menghasilkan 11 jenis roti yang dipasarkan hingga ke Purwokerto, Banjarnegara, Wonosobo, Sokaraja, Kroya, dan Cilacap, dengan 3 mobil pikap, dan 1 sepeda motor.

Prinsip menggunakan bahan baku berkualitas tidak hanya diterapkannya pada terigu. Tapi juga bahan pendukung lain, serta proses produksi yang bersih dan sehat. Hasilnya tentu konsumen akan puas. “Kalau orang sudah percaya, bagaimanapun akan loyal,” ucapnya yakin.

 

BBC

Keyakinan ayah dari dua anak, M. Azfa Rasyid dan Latifatun Faizah ini, berawal dari perkenalannya dengan Sugiarto, instruktur Bogasari Baking Center (BBC) Purwokerto. Di sinilah ia memperdalam ilmu membuat roti. Ia masih mengingat saran dari BBC yakni; “Jika ingin tetap eksis dalam bidang pembuatan makanan berbasis terigu khususnya roti, kuncinya adalah jangan pernah berganti-ganti 4 bahan pokok, yaitu terigu, ragi, improver dan lemak.”

Sebelum membuka usaha roti, Fatkhul bekerja sebagai karyawan di perusahaan kontraktor. Meski tidak ada kaitan dengan pekerjaan sebelumnya, namun kesukaannya menyantap roti membuahkan rasa heran kenapa roti ada isinya hingga keingintahuan bagaimana cara memasukkannya.

Sejak itulah Fatkhul mulai mencari tahu kepada tetangga yang kebetulan bekerja di pabrik roti, sambil mencari informasi lain termasuk ke BBC. Keingintahuannya pun memuncak pada keinginan mencoba membuat satu kilogram terigu untuk menjadi roti lalu dititipkan ke pasar. “Untuk menjualnya, saya meniru orang-orang yang menitipkan di pasar atau warung, “ kenangnya.

Fathkul mengakui, di awal memproduksi roti sekitar tahun 2001 memang tidak memakai produk Bogasari karena belum kenal. Dan hasilnya jauh dari memuaskan serta pasokan tidak stabil. Tak lama kemudian ia melihat iklan Bogasari dan bertemu dengan Sugiarto, instruktur BBC Purwokerto. Dari awal perkenalan itulah Fathkul langsung memakai produk Bogasari. Delapan bulan membuka usaha, ternyata hasilnya sangat memuaskan bahkan mulai “kewalahan” memenuhi permintaan pasar.

Semangat usaha pria lulusan SMA ini kian menjadi juga berkat dukungan istrinya,  Diah yang ternyata sarjana Biologi lulusan Universitas Soedirman (Unsoed). Istrinya pernah berpesan bahwa sekalipun harga bahan bakunya lebih mahal jangan mau pindah ke lain hati meski akhirnya margin yang didapat mengecil. Alasannya, dengan kualitas yang bagus, rotinya pasti disukai banyak orang, sehingga kapasitas produksi kian hari semakin naik.

“Lebih baik untung sedikit dengan produk berkualitas dan berkesinambungan, daripada tidak laku, atau banyak yang kembali,” ucap istrinya.

Selain faktor kualitas, Fatkhul mengungkapkan alasan lain kenapa tetap setia dengan produk Bogasari adalah faktor kedekatan emosional karena sejak awal usaha banyak belajar dari BBC Purwokerto. Sentuhan emosional juga melatarbelakangi pemilihan merek rotinya “Citra Rasa Bakery”, karena disanalah Fatkhul menemukan pendamping hidupnya sekaligus partner usaha.

Ia menuturkan, ketika itu ada seorang mahasiswi jurusan biologi Unsoed berkunjung ke pabrik rotinya dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN). Awalnya hanya sebatas hubungan biasa antara mahasiswa dengan pemilik usaha. Ternyata pertemuan itu berlanjut sampai akhirnya mereka menikah pada 17 September 2004 dan terus bersama mengembangkan usaha roti. Inilah kesetiaan berbuah kesuksesan. (PAM)

 

Contact Person :

“Citra Rasa Bakery”

Fatkhul Faozi dan Diah Purwani

Jalan Masjid Roti RT 05/01 Pliken Geber

Sokaraja, Banyumas-Jawa Tengah

Telepon : 081548864432